
Memilih material secondary skin untuk fasad rumah harus memperhatikan beberapa faktor agar tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional. Berikut tips-tipsnya:
Pertimbangkan Fungsi: Secondary skin dapat berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari langsung, meningkatkan privasi, serta memperbaiki sirkulasi udara. Pilih material yang sesuai dengan kebutuhan rumah, misalnya:
Kayu: Cocok untuk memberikan kesan hangat dan alami. Kayu juga baik dalam menyaring sinar matahari dan menjaga ventilasi, tetapi membutuhkan perawatan agar tidak cepat lapuk.
Aluminium atau Besi: Tahan lama dan minim perawatan. Material ini cocok untuk desain modern dan memiliki variasi desain yang bisa memberikan kesan dinamis pada fasad.
Kaca atau Polikarbonat: Memberikan tampilan lebih elegan dan modern, namun harus hati-hati dalam memilih ketebalan dan jenis kaca agar sesuai dengan fungsi thermal dan keamanan.
Bambu: Material ramah lingkungan yang memberikan kesan alami dan tradisional, serta baik untuk pengaturan ventilasi.
Estetika dan Konsep Desain: Pilih material yang sesuai dengan gaya arsitektur rumah. Secondary skin harus menyatu dengan keseluruhan tampilan fasad dan mendukung tema desain, misalnya:
Gaya minimalis: Pilih bahan logam atau kaca dengan desain geometris sederhana.
Gaya tropis atau natural: Kayu, bambu, atau batu alam yang memiliki kesan natural.
Performa Termal: Secondary skin membantu mengurangi panas masuk ke dalam rumah. Pilih material yang baik dalam menahan panas, seperti kayu atau logam berlapis. Perhatikan juga jarak antara secondary skin dan dinding utama untuk sirkulasi udara yang lebih baik.
Daya Tahan dan Pemeliharaan: Material yang tahan cuaca seperti aluminium atau logam berlapis cat anti karat lebih mudah dalam hal pemeliharaan dibanding kayu yang perlu dirawat secara berkala.
Anggaran: Tentukan anggaran yang Anda miliki, karena setiap material memiliki harga dan biaya perawatan yang berbeda. Kaca dan logam biasanya lebih mahal dibandingkan bambu atau kayu lokal.
Keberlanjutan: Pilih material yang ramah lingkungan seperti bambu, kayu daur ulang, atau bahan komposit yang menggunakan material daur ulang.
Dengan mempertimbangkan fungsi, estetika, dan aspek teknis, secondary skin dapat memberikan nilai tambah baik dari segi visual maupun kenyamanan hunian.
sumber :
https://www.instagram.com/p/DAmvZQQSBQh/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==